Dipublikasi pada 16 May 2018Puasa dan Bertualang, Bandung Sayang Bandung Ku Kenang Tidak Ada Caption

Puasa dan Bertualang, Bandung Sayang Bandung Ku Kenang

Itenerary wisata Bandung 3H2M

Masih ingat saya, Annajmayla Fieza? Ini adalah kisah lanjutan saya saat menjelajah Bandung seorang diri. Kala itu saya berjanji untuk menceritakan lanjutan kisah ini kan? Jadi, inilah lanjutannya (sebelum janji ini ditagih di akhirat hehe).

Saya tidak ingat persisnya, kurang lebih butuh waktu 30 menit  dengan kecepatan berkendara ala kadarnya, saya bisa sampai ke tempat ini. Kalau dari kota katanya butuh 45 menit-1 jam, tergantung tingkat macetnya juga. Di sini dingin, karena letaknya tinggi sekitar 1600 mdpl. Senada dengan destinasi sebelumnya, warna hijau masih jadi primadona dalam pilihan destinasi wisata saya.

Danau Situ Patenggang, sumber: https://ibnuasmara.com/situ-patenggang/


Dikutip dari pernyataan warga sekitar, nama Situ Patenggang diambil dari bahasa Sunda. Situ artinya danau, dan Patengan artinya saling mencari. Legenda bercerita, dahulu kala ada sepasang anak adam, pria dan wanita bernama Dewi Rengganis dan Ki Santang yang saling mencintai, namun harus terpisah lama sekali. (Mirip cerita Rome Juliet atau Adam dan Hawa ya?

Entah karena alasan apa, keduanya harus berpisah dan berusaha saling mencari demi menuntaskan rasa rindu dan cinta di dada. Hingga suatu hari mereka bertemu di Batu Cinta. Di situlah, Dewi membuat sebuah permintaan yang tidak mustahil di jamannya, yaitu dibuatkan danau dan perahu (ini nggak mustahil karena di dongeng yang lain ada yang minta dibuatkan 1000 candi dalam semalam hehe).

Batu Cinta, Situ Patenggang, sumber: http://www.wisatabdg.com/2012/10/situ-patengan-ciwidey.html

Berbekal rasa cinta yang sangat besar, permintaan besar itu bisa terlaksana dan jadi saksi kisah cinta sejati keduanya yang terus dikenang hingga saat ini. Mitosnya romantis, tapi sayang saya ke sini tak membawa sesosok pasangan manis. Hehe jadi kalau kalian ke sini jangan lupa bawa pasangannya biar makin romantis seperti Dewi dan Ki Santang.

Nai perahu di danau Situ Patenggang, sumber: https://ibnuasmara.com/situ-patenggang/


Hari 2 – Liburan menyenangkan dengan panorama Lembang yang menawan

Jika hari pertama saya puas menjejalah Bandung Selatan di Ciwidey, mari kita jelajah Bandung bagian utara tepatnya di Lembang. Hayo, kalau di Lembang ada apa aja coba sebutin satu persatu yuk!

Destinasi pertama yang saya datangi adalah The Lodge Maribaya dengan panorama pegunungan yang sejuk dan menenangkan. Destinasi ini semakin disempurnakan dengan keberadaan berbagai wahana buatan kekinian yang instagramable banget, seperti  ayunan langit, sepeda kabel, hingga hot air ballon.

Yah, kalau disuruh mendeskripisikan indahnya The Lodge Maribaya sih satu artikel ini nggak akan muat. Butuh ekstensi alias sambungan artikel lainnya. Jadi, kapan-kapan coba tagih saya untuk menceritakan sisi unik dari The Lodge Maribaya hehe. Kalau dikasih rating bisa sampai bintang 4.5 beneran bagus deh! Tentu saja, selama di sini saya harus mencoba spot hitsnya dong, yaitu arena foto berlatar hijau seperti sky wing.

Sky wing The Lodge Maribaya, sumber: http://yudhipratamaputra.web.id/the-lodge-maribaya-lembang-bandung/

Naik hot air ballon juga seru sih, tapi hati-hati kalau kamu sendiri nanti merasa sepi.

Hot air ballon The Lodge Maribaya, sumber: http://rubik.okezone.com/read/54127/explore-wisata-di-bandung-the-lodge-maribaya

Sisi lain dari The Lodge Maribaya, spot ini saya belum sempat mengeksplor terlalu dalam, jadi maaf belum bisa bercerita banyak.

Camping di The Lodge Maribaya, sumber: http://www.indonesia-tourism.com/forum/showthread.php?54115-The-Lodge-Maribaya-Natural-Tourist-Destination-with-Favorite-Photo-Spots



Puas jalan-jalan di alam yang menenangkan, kini saatnya saya mengisi perut dengan makan siang di Kandang Burung yang terletak di Dusun Bambu. Di tempat inilah saya bisa menikmati sensasi makan di dalam tempat yang unik karena terletak di tengah pohon seolah sedang berada di dalam sangkar burung. (Btw, kemarin saya nggak berbagi tempat makan karena saya hanya makan sebungkus roti hehe).

Cafe burangrang, Dusun Bambu Lembang, sumber: http://www.ngehits.my.id/2017/11/dusun-bambu.html

Kerennya lagi, setiap sudut di Dusun Bambu terlalu sayang jika tidak dimanfaatkan untuk berpose sejenak bersama kamera. Serius deh, ini lokasi yang hits, kekinian, dan instagramable banget.

Spot foto dusun bambu, sumber: http://www.gravity-adventure.com/2016/12/harga-tiket-masuk-dusun-bambu-lembang.html

Sementara di sudut yang lain juga ada,

Spot foto di Dusun Bambu, sumber: https://www.nativeindonesia.com/dusun-bambu-lembang/

Setelah selesai mengunjungi Dusun Bambu, saya pergi ke Floating Market alias pasar apung yang  membuat dompet saya meraung-raung karena banyak barang menarik yang dijual di sana. Tak hanya diisi dengan makanan dan minuman, pasar apung ini juga dipenuhi dengan berbagai oleh-oleh lucu yang siap untuk diburu.

Tak lupa saya juga mencicipi rasanya  menaiki perahu kanonya selagi di sana, lengkap dengan menyewa busana khas Jepang dan Korea yang siap disewakan untuk menyempurnakan penampilan. Tertarik kan? Makanya buruan ke Bandung!

Pasar apung, float market Lembang Bandung, sumber: https://www.nativeindonesia.com/floating-market-lembang/

Hari sudah menjelang sore, saya menutup jalan-jalan hari kedua dengan sambang ke Farm House Susu Lembang. Sebuah tempat yang difungsikan sebagai taman bermain dengan arsitektur bergaya Eropa lengkap dengan kebun binatan mini dan tempat makan yang mengenyangkan. Ditambah lagi ada kostum ala noni-noni Belanda yang disewakan di sana. Duh pasti asyik.

Farm House Susu Lembang, sumber: http://vickyfahmi.com/2018/01/05/farm-house-lembang/
Farm House Susu Lembang, sumber: http://mixedupalready.com/farmhouse-susu-lembang-rumah-hobbit-bandung/indonesia-bandung-farmhouse-susu-lembang-rabbit-house/


Jika kota Batu punya paralayang sebagai spot favorit untuk menikmati kerlap kerlip lampu kota dari ketinggian di malam hari, maka di Bandung ada Caringin Tilu atau yang biasa disingkat dengan Cartil. Terletak di kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung, destinasi ini disebut-sebut sebagai salah satu titik dataran tinggi terbaik di Jawa Barat untuk menikmati eksotisme Bandung di malam hari dari ketinggian.

Malam di Caringin Tilu, sumber: https://500px.com/photo/92626135/sunset-in-cartil-caringin-tilu-by-dody-sukma-tirtana


Puas sudah saya hari ini, saatnya  kembali ke penginapan untuk mengistirahatkan badan. Isi ulang tenaga untuk perjalanan yang lebih menyenangkan esok hari.


Hari 3 – Jelajah Bandung di hari ketiga  yang istimewa

Sedih, karena ini sudah hari ketiga, artinya kita akan tiba di penghujung cerita.

Seperti jalan-jalan saya yang lain, hari terakhir biasanya saya manfaatkan untuk belanja oleh-oleh. Begitu pula di Bandung, harus ada oleh-oleh yang dibeli untuk keluarga di rumah.

Kamu tentu tahu kan kalau Bandung punya julukan Paris Van Java? Jadi pasti akan sangat disayangkan kalau kamu melewatkan destinasi mall Paris Van Java di Bandung yang menggambarkan keindahan kota ini dengan gaya modern.

Mau cari kebutuhan dengan brand internasional? PVJ jawabannya. Mau mencoba sensasi asyik bermain ice skating? Di PVJ juga ada. Bioskop juga menjadi salah satu fasilitas yang diunggulkan, berikut dengan puluhan resto dan kafe berjajar yang menggugah selera.

Tapi kalau ingin mencari oleh-oleh dengan harga yang lebih terjangkau, mending coba belanja di kawasan Cihampeas, Jalan Dago, atau Pasar Baru. dijamin kamu pasti dapat berbagai oleh-oleh unik dan menarik dengan harga yang tidak mencekik.

Iya, ini penawaran buat kamu, karena kemarin saya tidak sempat pergi ke PVJ. Meski ada waktu, tapi sepertinya isi dompet tidak mau kompromi hehe.

Jadi akhirnya, sayapun memutuskan untuk belanja ke tempat yang pas di kantong saya yaitu Pasar Cihampelas. Harganya terjangkau, modelnya tetep up to date. Favorit deh!

Satu lagi yang nggak boleh ketinggalan adalah belanja di Jalan Dago. Yuk yang setuju angkat tangan! Kalau favoritmu belanja di mana?

Sampai di sini dulu ya gengs cerita saya, lain kali saya sambung algi dengan kisah perjalanan yang lebih bahagia. Sepertinya perjalanan selanjutnya adalah ngabuburit wisata kuliner di Surabaya.

Komentar (0)

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk bisa berkomentar.