Dipublikasi pada 16 May 2018Panduan Aman Jelajah Wisata Bandung yang Menyenangkan Itenerary wisata Bandung 3H2M

Panduan Aman Jelajah Wisata Bandung yang Menyenangkan

Itenerary wisata Bandung 3H2M

Hai! Kenalin saya Annajmayla Fieza, kalian bisa panggil saya Anna, Alya, Ieza, apapun lah asal masih bagian dari nama saya. Rumah saya di Surabaya, daerah Ketintang. Mau mampir? Boleh kok, nanti sekalian saya tunjukkan berbagai spot menarik dari Surabaya.

Pekan lalu saat libur panjang di akhir pekan, saya  berjalan-jalan ke Kota Kembang, Bandung. Niatnya sih mau mengunjungi rumah Tante di Bogor, tapi ternyata berujung liburan ke Bandung. Khilaf sih, tapi asik!

Nah, itulah sebabnya saya menulis kisah ini di sini. Saya ingin berbagi kisah liburan asik saya di kota Bandung. Apalagi liburan ini benar-benar saya lakukan seorang diri, tanpa ada kekasih atau teman dekat yang menemani. Solo traveling itu menarik, butuh dicoba guys! Dan Bandung adalah salah satu kota yang saya rekomendasikan buat kamu yang ingin mengawali petualang seorang diri.

Beginilah kisah saya dimulai.

Hari pertama di kota Bandung

Destinasi pertama saya di kota Bandung adalah Ciwidey. Sebuah wilayah yang terkenal dengan pesona alamnya yang menenangkan dan membuat nyaman.

Bandung, a city of punks and prayer, serious religion and serious coffee.

Setelah beberapa kali mencari lewat mbah google, destinasi pertama yang saya tuju sesampainya di Ciwidet adalah Kawah Putih. Ya kali, siapa sih anak muda yang nggak pernah denger nama Kawah Putih yang terkenal sungguh romantis ini. 

Destinasi yang sudah malang melintang jadi saksi foto prawedding ini pertama kali terbentuk setelah letusan Gunung Patuha. Tak hanya 1 atau 2 spot yang bisa saya nikmati sebagai angle untuk mendapatkan foto yang menarik, karena di setiap sudut Kawah Putih menampilkan pemandangan yang ciamik.

Kawah Putih Ciwidey Bandung, sumber: https://sportourism.id/my-journey-page/kawah-putih-pesona-mistis-di-bumi-parahyangan

Masih di kawasan Ciwidey, destinasi selanjutnya yang saya  datangi adalah Kampung Cai Ranca Upas. Bermodal informasi dari ulasan menarik di Google, jujur awalnya saya merasa kecewa karena memasang ekspektasi terlalu tinggi. Imajinasi saya menggambarkan tempat ini sama indahnya seperti Nara di Jepang karena sama-sama mengusung konsep berlibur (camping) bersama rusa. Namun di gerbang depan, saya merasa bahwa tempat ini seperti tak terawat dengan baik karena terlihat usang.

Namun ketika dengan langkah berat saya masuk ke dalamnya, semakin saya dibuat takjub dengan pemandangan yang dilukiskan dengan sempurna indahnya di tempat ini. Seperti yang diajarkan dalam pepatah, jangan menilai buku dari sampulnya, pun dengan tempat ini.

Makin dalam masuk, jadi berat hati untuk keluar.

Ini di Kampung Cai Ranca Upas. Sumber: Instagram/@lukman_hakim2909

Saya jatuh cinta berkali-kali dengan pemandangan di sini. Ya, meski saya belum pernah ke Nara Jepang, setidaknya tempat ini menggambarkan dengan indah betapa kerennya wisata Indonesia. Seolah berkeliling Indonesia sudah cukup mewakili keindahan wisata di dunia.

Ini di Nara Jepang, sumber: http://www.travelcaffeine.com/deer-nara-japan/

Oh iya, di sini juga bisa buat berendam air panas, sayangnya hari itu saya tak sempat menikmati fasilitas tersebut karena diburu jadwal padat berkeliling kota Bandung hehe. Tenang, nanti di lain waktu saya akan kembali dan berbagi cerita lagi.

Pulang dari Ranca Upas, saya segera bergegas ke tempat selanjutnya. Pilihan saya jatuh pada wisata Kebun teh Rancabali. Memang awalnya saya mengira Bandung hanyalah kota maju yang dipenuhi dengan berbagai outlet menarik. Namun saya salah sangka, di kota besar ini saya justru menemukan sisi alam indah yang sulit saya temukan di kampung halaman, Surabaya. Jadi jatuh cinta berkali-kali, eits Surabaya tetep nomor satu loh ya hehe.

Ada misi khusus yang harus saya langsungkan ketika datang ke tempat ini. Saya ingin merasakan sensasi meneguk secangkir teh langsung di tempat pembuatannya. Sama seperti ritual sebelumnya ketika saya pergi ke kebun teh di Wonosari Lawang, di Bandungpun harus begitu.

Panen teh di kebun Teh Rancabali, sumber: http://areawisataku.blogspot.co.id/2015/11/jalan-jalan-tentram-di-perkebunan-teh.html

Destinasi terakhir yang saya kunjungi di hari pertama adalah Situ Patenggang. Jika kalian penasaran berapa waktu yang saya habiskan untuk berburu banyak spot ini ya memang sangat kurang. Harus diakui ada kurangnya jika kalian ingin liburan seperti saya. Dengan waktu yang sedikit tapi ingin bisa keliling ke banyak tempat, akhirnya pilihannya harus rela untuk datang dan pergi dalam waktu yang sebentar.

Samahalnya dengan yang saya lakukan hari itu, demi berburu senja di Situ Patenggang, saya harus ikhlas dan merasa cukup untuk berkunjung ke tempat lainnya  hanya dalam waktu 1-2 jam saja. Karena masih butuh perjalanan panjang dan mencari lokasi, mengingat perjalan di tempat asing ini saya lakukan seorang diri.

Senja di Situ Patenggang, sumber: http://gettoknowledge.blogspot.co.id/2015/03/berlibur-di-sekitaran-bandung-liburan.html

Menariknya lagi, tempat ini nggak cuma sempurna dijelajahi ketika senja. Bahkan saat siang menjelang, indah pemandangannya terlalu sempurna untuk dielakkan. Mau lihat foto-foto menarik lainnya dari Situ Patenggang? Baca lanjutan kisah saya di sini ya!


Komentar (0)

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk bisa berkomentar.